Dikutip dari Sindo, 13 Juli 2008
Mas Safir,
Saya berjumpa dengan Anda beberapa minggu yg lalu di acara seminar tentang cara efektif berinvestasi. Namun pada saat itu saya tidak mendapatkan kesempatan untuk bertanya. Saat ini saya adalah seorang karyawan perusahaan perkebunan dengan penghasilan 2,8 juta per bulannya. Saya masih sendiri dan tinggal juga sendiri dan sudah lepas dari keuangan orang tua. Setelah saya hitung-hitung, saya agaknya bisa kok menyisihkan kurang lebih 800 ribuan. Menurut mas Safir, dengan dana sebesar itu apakah saya sudah bisa mulai untuk investasi? Atau perlu nominal yang lebih besar lagi untuk dapat berinvestasi? Pada saat seminar tersebut Anda katakan bahwa investasi pada emas batangan dan reksadana saat ini sedang bagus-bagusnya untuk jangka panjang. Saya sih berkeinginan melakukan semuanya mas, ya menabung, punya emas batangan, dan reksadana juga. Mohon saran dan masukannya
Arshavin Ahmad - Makassar
Jawaban:
Halo mas…
Memang mengelola keuangan akan lebih baik kalau bisa dimulai dari usia muda, dimana kebutuhan dan keinginan dalam diri kita ini masih belum banyak. Karena mengelola keuangan itu kan sebenarnya bukan hanya sekedar mengatur agar pengeluaran kita bisa seimbang dengan pemasukan, tapi lebih ke membiasakan diri supaya bisa teratur dalam mengontrol pengeluaran yang kadang-kadang sulit dikendalikan. Hidup kita ini kan bukan buat sekarang saja, tapi ada jalan panjang kedepan yang musti ditempuh. Itulah kenapa kita perlu investasi. Nah, langkah awal yang Anda lakukan sekarang sudah pas, yaitu bertanya tentang investasi.
Menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung atau diinvestasikan sebetulnya sudah sangat tepat. Yang perlu diketahui adalah, sisihkannya sebaiknya diawal waktu penghasilanmnya Anda terima. Jangan menunggu sisa ya mas. Jadi Anda dapat menghindari uang tersebut terpakai untuk kebutuhan yang lainnya dan Anda juga bisa konsisten dengan besarnya nominal yang ingin diinvest. Untuk mulai investasi gak selalu harus dengan jumlah yang besar kok. Toh kalau Anda rutin melakukannya setiap bulan dengan nilai yang sama kan akan besar juga nantinya. Iya gak?
Sekarang, enaknya kemana ya kalau mau investasi dengan uang sebesar yang Anda punya sekarang? Yang penting sih, ya sesuaikan dulu dengan profil risiko Anda. Saat ini Anda masih muda dan belum punya tanggungan, jadi bisa kok pilih produk investasi yang berisiko lumayan besar atau sedang untuk bisa mendapatkan potensi hasil yang besar juga. Contohnya kayak saham, reksadana saham dan reksadana campuran.
Untuk saham memang sih Anda bisa dapat hasil investasi yang besar, tapi perlu juga Anda punya ilmu yang lebih mendalam tentang saham ini. Dan supaya hasilnya lebih optimal, Anda perlu luangkan waktu juga untuk terus memantau pergerakan harga saham setiap menitnya. Terus gimana dengan reksadana saham dan campuran? Produk ini lebih amanlah ketimbang saham, karena dalam reksadana saham kan terdiri dari beberapa jenis saham perusahaan. Enaknya lagi, dengan bekal modal awal beberapa ratus ribu saja, Anda sudah bisa mulai untuk investasi di sini. Untuk informasi lebih lengkap lagi, coba Anda buka website kami di www.perencanakeuang an.com, nanti akan lebih banyak informasi mengenai reksadana dan bagaimana cara Anda bisa mulai.
Sekarang gimana kalau investasi dalam bentuk emas batangan? Belakangan ini sih, harga emas batangan terus melonjak dari bulan kebulan. Cuma saran saya, untuk investasi di emas, lebih baik itu untuk jangka menengah panjang, yaah… untuk sekitar 4-5 tahun kedepan. Dan untuk membeli emas batangan ini Anda bisa menghubungi PT. ANTAM atau toko emas besar yang ada di daerah Anda.
O ya, investasi tidak harus selalu dilakukan setiap bulan. Bisa juga per tiga bulan sekali atau per setengah tahun. Bisa saja dana yang Anda sisihkan setiap bulan dimasukkan kedalam rekening tabungan yang berbeda dengan rekening gaji, terus setiap tiga bulan - misalnya - tabungan itu Anda kelompokkan 1/3-nya untuk membuat Dana Cadangan, 1/3 lagi untuk beli emas batangan, dan 1/3 bagian lagi untuk diinvest di reksadana.
Itu saja ya mas. Mudah-mudahan cukup.
Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan